Menu

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.

BESTPROFIT - Intelijen Israel Bongkar Rencana Bom Laptop ISIS

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT BANJARMASIN - New York - Otoritas intelijen Israel berhasil membongkar rencana kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) untuk meledakkan bom di dalam pesawat. ISIS diketahui tengah mengembangkan bom laptop untuk diledakkan di dalam penerbangan komersial.

Laporan surat kabar ternama Amerika Serikat (AS), The New York Times (NYT), seperti dilansir AFP, Selasa, didasarkan pada hasil peretasan yang dilakukan intelijen Israel terhadap operasi para perakit bom ISIS.

Dilaporkan NYT bahwa para peretas intelijen Israel berhasil menembus sel perakit bom ISIS yang berbasis di Suriah, beberapa bulan lalu.


NYT menyebut, kinerja dari intelijen Israel menjadi contoh sukses yang langka dari intelijen Barat terhadap operasi siber kelompok ekstremis yang terus berkembang, dengan melibatkan media sosial dan enkripsi terlindungi.

Hasil peretasan itu memicu pemberlakuan larangan laptop di dalam kabin oleh otoritas AS. Setiap barang elektronik yang berukuran lebih besar dari telepon genggam dilarang masuk ke dalam kabin pesawat yang mengudara ke AS dari 10 bandara di Turki, Timur Tengah dan Afrika Utara.

Peretasan intelijen Israel, sebut NYT, menjadi sumber informasi bagi intelijen AS dalam memahami bagaimana ISIS mengembangkan peledak yang tidak akan terdeteksi oleh pemeriksaan keamanan biasa di bandara, karena terlihat identik dengan baterai laptop. - BESTPROFIT BANJARMASIN


Dengan mengutip dua sumber pejabat AS yang memahami isu ini, NYT menyebut, informasi intelijen yang didapat sangat bagus hingga memasukkan metode detonasi bom ISIS itu.

Usai AS melarang laptop masuk ke kabin, Inggris juga memberlakukan larangan yang sama bagi penerbangan komersial dari enam negara Timur Tengah.

Kontribusi Israel untuk intelijen AS soal bom laptop ini terungkap ke publik, setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan rinciannya kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam pertemuan di Gedung Putih pada 10 Mei lalu. Aksi Trump yang mengungkapkan rincian itu, sebut NYT, membuat marah otoritas Israel.


sumber : detik


BESTPROFIT BANJARMASIN

Go Back

Comment