Menu

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.

Hal yang Terjadi di Bumi Jelang Matahari Mati Menurut Ahli

PT. BESTPROFIT FUTURES

Matahari yang menjadi pusat dari tata surya selama lebih dari empat miliar tahun suatu saat akan mati karena kehabisan bahan bakar. Pada waktu tersebut bintang ini akan mengembang dan melahap semua objek yang berada di dekatnya termasuk Bumi. Matahari merupakan bintang yang masuk kategori bintang berwarna kuning. Bintang memiliki warna yang menjadi tanda temperatur bintang tersebut. Warna kuning masuk ke kategori hangat, warna biru untuk bintang yang panas, dan warna merah untuk bintang yang cenderung dingin. BESTPROFIT

Temperatur dan energi yang dihasilkan oleh Matahari merupakan hasil dari reaksi fusi di inti Matahari yang menggabungkan atom hidrogen yang sangat panas. Sehingga hidrogen adalah bahan bakar utama dari kehidupan Matahari. Sumber energi yang dihabiskan selama miliaran tahun tentu akan habis suatu saat nanti dan menyebabkan Matahari mati, lalu menghilang. Namun ketika hidrogen di inti Matahari habis, hal ini tidak lantas membuat Matahari menghilang seketika.

Dilansir dari Popsci, reaksi fusi di inti Matahari berfungsi menekan bagian luar agar tidak tertarik ke inti. Sehingga jika Matahari kehabisan bahan bakar dan tidak bisa melakukan reaksi fusi, bagian luar tersebut akan merosot ke inti Matahari. PT. BESTPROFIT

Kemudian hidrogen yang terdapat di bagian luar Matahari akan menjadi sumber bahan bakar berikutnya yang digunakan untuk reaksi fusi tersebut.

Meski begitu, hal ini disebut akan memberikan efek samping kepada Matahari. Matahari akan menjadi lebih merah, lebih dingin, dan lalu menginvasi garis orbit objek terdekatnya mulai dari Merkurius, Venus, bahkan Bumi.

Fenomena tersebut membuat Matahari berubah menjadi 'raksasa merah', dengan ukuran 100 kali lipat lebih besar dari ukurannya saat ini.

Dilansir dari Live Science, studi pada 2008 oleh Astronom Klaus-Peter Schröder and Robert Connon Smith memperkirakan bagian luar Matahari akan menjangkau hingga 170 juta kilometer dalam rentang waktu lima juta tahun saja.

Perubahan Matahari menjadi raksasa merah disebut dapat memberikan perpanjangan usia hingga beberapa miliar tahun lagi untuk hidup.

Selain itu kecerlangan Matahari akan terus meningkat sebesar 10 persen setiap satu miliar tahun. Peningkatan tersebut tentu akan mendorong zona layak untuk kehidupan semakin jauh dari Matahari.

Hal ini dikarenakan ketika Matahari menjadi raksasa merah, zona layak untuk kehidupan diperkirakan berada pada jarak 49 hingga 70 Satuan Astronomi (SA)-1 SA=149,6 juta kilometer. Dengan jarak tersebut yang paling memungkinkan untuk membangun kembali kehidupan di tata surya hanyalah Pluto dan planet kerdil lain.

Kemudian jika hidrogen dari bagian luar Matahari habis, helium yang selama ini dihasilkan dari reaksi fusi hidrogen akan dijadikan sumber energi terakhir Matahari.

Namun reaksi fusi helium tidak terjadi seefektif hidrogen dan hanya akan memberikan perpanjangan usia 100 juta tahun. PT. BEST PROFIT

Setelah itu, Matahari akan tetap membesar bahkan hingga ke wilayah sabuk asteroid di antara Mars dan Jupiter sambil mencari hidrogen atau helium untuk dijadikan bahan bakar.

Pada waktu tersebut, manusia yang masih berada di Bumi harus meninggalkan planet ini dan membangun koloni di planet yang berada pada tepian tata surya.

Hal tersebut bisa berlangsung hingga 10 ribu tahun dan menjadi detik-detik akhir kematian Matahari.

Dan akhirnya Matahari melepaskan semua bagian luar yang telah mengembang sekian jauh dari intinya. Lalu sisa-sisa bagian luar Matahari tersebut akan menjadi planetary Nebula dan inti Matahari akan menjadi bintang katai putih dengan ukuran yang tidak lebih besar dari Bumi. BEST PROFIT

 

Sumber : cnnindonesia

 

PT BESTPROFIT FUTURES, PT BEST PROFIT FUTURES, PT BESTPROFIT, PT BEST PROFIT, BESTPROFIT FUTURES, BEST PROFIT FUTURES, BESTPROFIT, BEST PROFIT, BESTPRO, BPF, PT.BPF, BPF BANJAR, BPF BANJARMASIN, PT BEST, PT BPF

Go Back

Comment