Menu

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.

Raja Hoax Amerika Serikat tewas overdosis

PT BESTPROFIT FUTURES - Paul Horner yang dikenal sebagai 'Raja Hoax' di Amerika Serikat dikabarkan meninggal. Penulis itu tutup usia pada umur 38 tahun diduga karena overdosis narkoba. - PT BEST PROFIT FUTURES

Dilansir dari laman CNN, Kamis (28/9), Paul ditemukan tak bernyawa di atas tempat tidur di rumah ibunya terletak di daerah Laveen, Arizona, pada 18 September lalu. Menurut tulisan diunggah adik mendiang, JJ Horner, melalui akun Facebook menyatakan Paul meninggal saat tidur. - BESTPROFIT FUTURES

BEST PROFIT FUTURES - Juru bicara kantor Sheriff Maricopa County, Mark Casey, mengatakan dari hasil autopsi tidak terdapat tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh Paul. Hanya saja Paul memang seorang pecandu obat-obatan keras dan diduga dia meninggal karena overdosis. - PT BESTPROFIT

"Dia jagoan Internet, humanis, aktivis, filsuf, dan komedian," tulis JJ di akun Facebook saat mengenang sang kakak. - PT BEST PROFIT

BESTPROFIT - Artikel rekayasa buatan Horner malang melintang di jagat dunia maya AS saat masa pemilihan presiden tahun lalu. Dia mengunggah tulisannya di media sosial dan melalui situs miliknya, newsexaminer.net. Namun, dia mengklaim menyesal karena gara-gara perbuatannya justru mengantarkan Donald Trump ke tampuk kekuasaan. - BEST PROFIT

BESTPRO - "Saya benci Trump. Saya pikir Trump ada di Gedung Putih gara-gara saya. Situs saya selalu diejek pendukung Trump. Mereka tidak melakukan verifikasi dan langsung percaya," kata mendiang Paul dalam wawancara dengan CNN beberapa waktu lalu. - BPF

PT BESTPROFIT - Dalam artikelnya, Paul pernah menuding kalau pendahulu Trump, Barrack Obama, adalah penyuka sesama jenis dan muslim radikal. Namun, dia menolak kalau karyanya dianggap hoax, dan menjulukinya 'satir politik'.

"Isi tulisan saya banyak terkait soal humor. Saya cuma mencoba mendidik masyarakat," ucap Paul. - BEST PROFIT

Go Back

Comment