Menu

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.

Top 5 Berita Pasar Keuangan Hari Ini

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

PT BESTPROFIT FUTURES -  Berikut adalah lima hal utama yang perlu Anda ketahui dalam berita pasar keuangan pada hari ini Selasa, 7 Mei:

1. Wakil Perdana Menteri Tiongkok akan Hadiri Pembicaraan Dagang

Tweet hari Minggu dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang membuat gelombang pada hari Senin, masih terngiang di pasar pada hari Selasa menjelang putaran lain dari pembicaraan perdagangan tingkat tinggi. - PT BESTPROFIT  BANJARMASIN

Kementerian Perdagangan China akhirnya mengkonfirmasi hari ini bahwa wakil perdana menteri Liu He akan menghadiri pembicaraan di Washington pada tanggal 9-10 Mei, dan ini menawarkan beberapa harapan bahwa pembicaraan belum sepenuhnya terpecahkan.

Namun, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Sekretaris Perdagangan Steven Mnuchin bersikeras bahwa China tidak memenuhi komitmen dan rencana untuk menaikkan tarif impor Tiongkok mulai Jumat akan tetap berjalan.

Kementerian luar negeri China mengatakan pada hari Selasa bahwa tarif tidak akan menyelesaikan masalah dalam sengketa perdagangan yang sedang berlangsung.

2. Bursa Saham Global Gelisah & Fluktuatif akibat Ketidakpastian Dagang

Saham - saham global masih tetap gelisah pada Selasa di tengah kekhawatiran atas dialog perdagangan AS-China yang akan ditempuh.

Kegelisahan masih terjadi di bursa berjangka AS menuju ke pembukaan yang lebih rendah karena penghindaran risiko yang terus membebani. Dow berjangka turun 136 poin, atau 0,5%, sementara S&P 500 berjangka melemah 15 poin, atau 0,5%, dan Nasdaq 100 berjangka diperdagangkan turun 45 poin, atau 0,6%. - PT BESTPROFIT

Wall Street telah berakhir di zona merah pada hari Senin, tetapi fakta bahwa Dow berhasil mengupas kerugian lebih dari 300 poin telah melepas sebagian dari penurunan.

Bursa saham China kembali pulih setelah Shanghai Composite mengalami penurunan terburuk selama lebih dari tiga tahun pada hari Senin. Namun volume bernilai sekitar 30% lebih rendah dari rata-rata satu bulan, dan ini menunjukkan kurangnya keyakinan.

Jepang berjuang keras di hari pertama perdagangannya sejak menjalani libur panjang, dengan Nikkei 225 berakhir anjlok 1,6%.

Pasar saham Eropa mengadopsi sikap kehati-hatian, terutama setelah pembacaan pesanan pabrik yang lemah di Jerman, ekonomi terbesar zona euro. Indeks Eropa Euro Stoxx 50 diperdagangkan turun 0,5% pada pukul 16.31 WIB.

3. Kekhawatiran Dagang Jegal Minyak, Konflik Iran Jelang Data Inventaris

Harga minyak tertekan melemah pada hari Selasa tetapi sedikit berubah untuk minggu ini karena investor menyeimbangkan perkembangan perdagangan terhadap tensi panas Teluk Persia, ketika pasar bersiap untuk mengetahui laporan data mingguan persediaan minyak mentah AS. - BESTPROFIT FUTURES

Ancaman Trump terhadap kenaikan tarif impor China menekan minyak dipengaruhi kejatuhan ekonomi yang diperkirakan mengurangi permintaan minyak mentah.

Tetapi ketegangan di Timur Tengah disebut mendukung minyak setelah sebuah laporan dari Axios mengutip koresponden diplomatik Channel 13 Israel Barak Ravid yang mengatakan bahwa Israel telah menyampaikan informasi kepada AS tentang dugaan komplotan Iran yang akan menyerang kepentingan AS di Teluk Persia.

Informasi itu, menurut laporan, adalah alasan di balik keputusan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton untuk mengirim sejumlah kapal induk dan pesawat pembom ke daerah tersebut.

Meskipun naik lebih dari 30% sepanjang tahun ini, minyak baru-baru ini berada di bawah tekanan di mana data dari Badan Informasi Energi AS seperti yang ditunjukkan dalam peningkatan persediaan besar selama enam minggu terakhir. Pekan lalu, persediaan AS tumbuh hampir 10 juta barel, menurut EIA.

American Petroleum Institute akan merilis data mingguan persediaan minyak mentah AS pada pukul 03.30 WIB, diikuti oleh angka resmi dari pemerintah pada hari Rabu. - BESTPROFIT

4. Uber Segera IPO, Lyft Cari Dana untuk Dongkrak Keuangan

Perusahaan berbagi perjalanan, Lyft (NASDAQ:LYFT) adalah salah satu perusahaan utama yang menjadi sorotan pendapatan pada hari Selasa setelah pasar tutup. Rata-rata, analis menanti kerugian sebesar $3,33 per saham, menurut perkiraan yang disusun oleh Investing.com.

Laporan laba diharapkan bernilai sekitar $740 juta.

Ini adalah laporan pendapatan pertama Lyft sejak debutnya pada akhir Maret. Sejak itu, saham turun lebih dari 22% dari hari pertama perdagangan.  - BESTPROFIT BANJARMASIN

Kinerja ini memberikan preseden pahit atas pesaing debut pasar saham Uber sendiri yang akan berlangsung pada hari Jumat ini.

Uber (NYSE:UBER) diharapkan memberi harga penawaran pada hari Kamis dalam perkiraan analis yang akan menghasilkan IPO terbesar sejak Alibaba (NYSE:BABA) pada tahun 2014 dan perusahaan Amerika terbesar sejak Facebook (NASDAQ:FB) pada tahun 2012.

5. Gejolak Politik Turki Seret Lira Menuju Krisis Baru

Lira Turki tergerus ke level terendah delapan bulan setelah otoritas pemilu negara itu membatalkan hasil untuk pemilihan kota Istanbul baru-baru ini.

Keputusan tersebut memicu protes langsung di jalanan kota terbesar Turki terhadap pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan dan mendorong dolar setinggi 6.1975 lira di awal perdagangan pada hari Selasa.

Harga itu merupakan yang tertinggi sejak bulan September lalu, ketika kenaikan suku bunga dolar dan jadwal pembayaran utang luar negeri yang berat mengancam akan menjatuhkan sistem perbankan negara. Bank sentral Turki bereaksi dengan memperkenalkan kenaikan suku bunga untuk mempertahankan lira. - BPF BANJARMASIN

Karena kesulitan ekonomi telah berkontribusi pada Partai AK Erdogan yang kehilangan kendali atas tiga kota terbesar Turki pada pemilihan umum di bulan Maret. Bank sentral, yang telah menjaga suku bunga tinggi sejak krisis tahun lalu, masih tetap tak mampu mencegah aliran dana asing keluar.

Sumber : Investing

PT BESTPROFIT FUTURES, PT BEST PROFIT FUTURES, PT BESTPROFIT, PT BEST PROFIT,  BESTPROFIT FUTURES, BEST PROFIT FUTURES, BESTPROFIT, BEST PROFIT, BESTPRO, BPF, PT.BPF, BPF BANJAR, BPF BANJARMASIN, PT BEST, PT BPF

Go Back

Comment